Tugas Sistem Informasi

0

Nama : Tri Handayani

NPM : 17512449

Kelas : 4PA04

Simulasi Web Psychosolution

Sudah 5 bulan saya lepas dari gelar “mahasiswi” tapi terasa sangat lama. Ada beberapa faktor yang membuatnya terasa lama karena apa, karena saya masih “pengangguran”. Sekarang status saya sudah berubah, saya adalah seorang “istri” dan “calon ibu”. Sungguh status yang sebenarnya masih jauh dari angan fikiran saya tahun-tahun sebelumnya. Target saya menikah di umur 25, tapi Allah telah menetapkan jodoh saya di usia 23 tahun. Berbicara tentang mahasiswa, teringat jelas 6 bulan yang lalu saya masih sibuk dengan ujian kompre dan sebagainya. Pusing dengan hasil penelitian, teori dan konsep lainnya. Saya hanya berfikir bagaimana caranya saya bisa cepat lulus, dan alhasil saya memang mahasiswi yang paling cepat lulus bersama kedua teman sekelas. Saya kurang memikirkan bagaimana nasib saya ke depan dengan predikat S.Pd dari jurusan saya. Dengan IPK tertinggi yang saya bawa, saya merasa pe-de untuk melangkah tanpa menyiapkan bekal-bekal karir lainnya untuk pekerjaan yang menjanjikan. Akhirnya saya masih pengangguran, walaupun saya boleh berkilah “pengangguran” ini bukan karena saya tidak kompeten dalam hal apapun tapi karena saya memang harus sejenak fokus dengan status baru saya “calon ibu”. Kalau tidak kasihan baby kecil kalau saya masih tetap berambisius mengejar karir. Meskipun demikian, fenomena ketimpangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang diharapkan telah menjadi momok di negara ini. Bagaimana tidak, di akhir tahun 2012 jumlah pengangguran sarjana mencapai 780.000. Sungguh memprihatinkan, apa yang salah dari hal tersebut? salah ambil jurusan kah? kurangnya keterampilan kah? terbatasnya lowongan kerja kah? kurang relevannya jurusan yang banyak di ambil dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan kah? ya sekiranya mungkin karena itu semua. Saya merasa cemas, tidak hanya mencemaskan diri saya sendiri namun juga mencemaskan teman-teman saya serta junior-junior saya yang masih sibuk dengan tittle “mahasiswa”nya. Apalagi mereka yang hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang).  Sebagai mahasiswa sangat penting untuk terbuka dengan dunia di luar sekitarnya, khususnya tentang bagaimana kebutuhan dunia kerja sekarang ini. Mahasiswa harus pandai mencari link dengan cara menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang berpengalaman dengan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang kita tekuni.

Sumber : http://www.kompasiana.com/yutimah/fenomena-mahasiswa-skripsi-dan-dunia-kerja_552961b3f17e61ab688b45c0

Berdasarkan fenomena di atas, kami sebagai sarjana lulusan Psikologi membuat sebuah Biro Konsultasi Psikologi di bidang PIO. Yang ditawarkan dalam biro kami adalah :
1. Menangani seseorang yang baru lulus kuliah tetapi masih belum mengetahui ingin bekerja dimana.
2. Menangani seseorang yang sudah bekerja tetapi tidak merasa nyaman dengan pekerjaannya karena merasa tidak sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki.
3. Menawarkan jasa konsultasi baik dalam bentuk online maupun offline (online adalah jasa konsultasi dengan psikolog menggunakan media sosial seperti skype dengan menghubungi customer service biro kami terlebih dahulu. Sedangkan offline adalah jasa pelayanan konsultasi dengan psikolog bertemu langsung di tempat praktek biro kami)

Link web :
psychosolution.hol.es

Link video :
https://www.youtube.com/watch?v=u5yGasMdYqc&feature=youtu.be

Link blog kelompok :
http://welcome-to-psychosolution.blogspot.co.id/

Bentuk-bentuk Utama dalam Terapi: Terapi Supportive, Reeducative, Reconstructive

0

Terapi Supportif (Supportive Therapy

Merupakan terapi dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk:

  • Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
  • Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri (Maramis, 2005)
  • Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
  • Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb,2004).

Terapi supportif ini dapat menggunakan beberapa metode dan  teknik pendekatan, diantaranya:

  • Bimbingan (guidance)
  • Mengubah lingkungan (environmental manipulation)
  • Pengutaraan dan penyaluran arah minat
  • Tekanan dan pemaksaan
  • Penebalan perasaan (desensitization)
  • Penyaluran emosional
  • Sugesti
  • Penyembuhan inspirasi berkelompok (inspirational group therapy).

Terapi Reedukatif (Reeducative Therapy

Suatu metode terapi yang mempunyai tujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi.

Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain :

  • Terapi hubungan antar manusia (relationship therapy)
  • Terapi sikap (attitude therapy)
  • Terapi wawancara (interview therapy)
  • Analisan dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
  • Konseling terapetik
  • Terapi case work
  • Reconditioning
  • Terapi kelompok yang reduktif
  • Terapi somatic

Terapi Rekonstruktif (Reconstructive Therapy)

Bertujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertumbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi.

Metode dan teknik pendekatannya antara lain :

  • Psikoanalisis
  • Pendekatan transaksional (transactional therapy)
  • Penyembuhan analitik berkelompok

NAMA         : TRI HANDAYANI

NPM             : 17512449

KELAS         : 3PA04
Sumber:

http://ghufron-dimyati.blogspot.com/2011/10/psikologi-agama-6-kelas.html

PERBEDAAN KONSELING DENGAN PSIKOTERAPI

0

Perbedaan konseling dan psikoterapi, dikutip uraian dari Brammer & Shostrom (1977) di bawah ini :

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :

  1. Konseling ditandai oleh adanya terminology seperti : “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awerness, normal, present-time dan short-term.
  2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive, depthemphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problems and long-tern”.

Corey (1988) mendefinisikan perbedaan konseling dan konselor sebagai berikut :

  1. Konseling
  • peningkatan kesadaran dan kemungkinan memilih
  • berjangka pendek
  • difokuskan pada masalah
  • membantu individu untuk menyingkirkan hal-hal yang menghambat

pertumbuhannya

  • individu dibantu untuk menemukan sumber-sumber pribadi agar bisa hidup lebih efektif
  1. Psikoterapi
  • Difokuskan pada proses-proses tak sadar
  • Berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian
  • Mengarah pada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis-krisis kehidupan ketimbang hanya berurusan dengan usaha mengatasi krisis kehidupan tertentu.

Perbedaan konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:

KONSELING PSIKOTERAPI
    1.    Klien     1.    Pasien
    2.    Gangguan yang kurang serius     2.    Gangguan yang serius
    3.    Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb     3.  Masalah kepribadian danpengambilan

keputusan

    4.    Berhubungan dengan pencegahan     4.    Berhubungan dengan penyembuhan
    5.  Lingkungan pendidikan dan non medis     5.    Lingkungan medis
    6.    Berhubungan dengan kesadaran    6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
    7.    Metode pendidikan     7.    Metode penyembuhan

NAMA         : TRI HANDAYANI

NPM             : 17512449

KELAS         : 3PA04

Sumber :

http://boydiharten.blogspot.com/2013/04/perbedaan-antara-konseling-dan.html

PENGERTIAN PSIKOTERAPI

0

Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Psikoterapi adalah perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologik terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian. Sebagaimana, diketahui bahwa perawatan terhadap penderita seperti tersebut ini, juga bisa dilakukan dengan pendekatan dari bidang kedokteran, antara lain dengan farmakologi.

Pengertian psikoterapi menurut para ahli:

  1. Wolberg (1967 dalam Phares dan Trull 2001), mengungkapkan bahwa psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan atau tritmen terhadap masalah yang sifatnya emosional. Dengan tujuan menghilangkan simtom untuk mengantarai pola perilaku yang terganggu serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif.
  2. Corsini (1989) mengungkapkan psikoterapi sebagai suatu proses formal dan interaksi antara dua pihak yang memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress).

Psikoterapi adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan proses mengobatigangguan psikologis dan tekanan mental. Selama proses ini, psikoterapis terlatihmembantu klien mengatasi masalah khusus atau umum seperti penyakit mental tertentuatau sumber stres kehidupan. Tergantungpada pendekatan yang digunakan oleh terapis,berbagai macam teknik dan strategi dapat digunakan. Namun, hampir semua jenispsikoterapi melibatkan mengembangkan hubungan terapeutik, berkomunikasi dan menciptakan dialog dan bekerja untuk mengatasi pikiran bermasalah atau perilaku.

NAMA         : TRI HANDAYANI

NPM             : 17512449

KELAS         : 3PA04

Sumber:

http://psychology.about.com/od/psychotherapy/a/what-is-psychotherapy.htm

http://abimami.blogspot.com/2012/03/psikoterapi.html

http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-%2C6

Komunikasi Interpersonal

0

Definisi Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.). Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi.

Terdapat definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/pesan) (McDavid & Harari).

Fungsi Komunikasi interpersonal sebagai berikut:

  1. Untuk mendapatkan respon/ umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkan bagaimana kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Bagaimana kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas?
  2. Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak berbincang.
  3. Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain.

Sumber :

  1. Ghojali Bagus A.P., S.Psi. Buku AjarPsikologi Komunikasi– Fakultas Psikologi Unair 2010.

Nama : Tri Handayani

NPM : 17512449

Kelas : 2PA04

Definisi, Proses Komunikasi

0

Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli:

  1. Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (Shannon & Weaver)
  1. Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Raymond S. Ross).
  2. Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. (Alo Liliweri).

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.

Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.

  1. komunikator
    Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Pesan
    adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.Pada pesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.
  3. Penerima
    adalah pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka, ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi stimulus tersebut dengan mendengar, melihat, membau, atau merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
  4. Feedback
    Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
    Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

Sumber

  1. Rogers, Everett. M, & Shoemaker F. Flaoyd. 1971, Communication of Inovation. London: Free Press Macmillan Publishing.
  2. Onong Effendy Uchajana. 1990. Ilmu Komunikasi, Teori dan Parktek. PT Remaja Rosda Karya, Bandung.
  3. Deddy Mulyana, 2002, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosda Karya Bandung.

Nama : Tri Handayani

NPM : 17512449

Kelas : 3PA04

Empowerment, Stres dan Konflik

0

Definisi Konflik

Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupad perselisihan (disagreement), adanya keteganyan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Jenis-Jenis Konflik

Konflik banyak jenisnya dan dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria. Sebagai contoh, konflik dapat dikelompokkan berdasarkan latar terjadinya konflik, pihak yang terkait dalam konflik, dan substansi konflik.  Berikut adalah beberapa jenis konflik:

  1. Konflik Personal dan Konflik Interpersonal
  2. Konflik Personal, konflik yang terjadi dalam diri seorang individu karena harus memilih dari sejumlah alternatif pilihan yang ada atau karena mempunyai kepribadian ganda. Konflik ini terdiri atas, antara lain sebagai berikut:
  • Konflik pendekatan ke pendekatan, yaitu konflik yang terjadi karena harus memilih dua alternative yang berbeda, tetapi sama-sama menarik atau sama baik kualitasnya. Misalnya, seorang lulusan SMA yang akan melanjutkan seklah ahrus memilih dua universitas negeri yang sama kualitasnya.
  • Konflik menghindar ke menghindar, yaitu konflik yang terjadi karena harus memilih alternative yang sama-sama harus dihindari. Misalnya, seseorang yang harus memilih menjual sepeda motor untuk melanjutkan sekolah, atau tidak menjual sepeda motor, tetapi tidak melanjutkan sekolah.
  • Konflik pendekatan ke menghindar, yaitu konflik yang terjadi karena seseorang mempunyai perasaan posisitif dan negative terhadap sesuatu yang sama. Misalnya, Wulan membuat surat untuk melamar pekerjaan, namun karena takut tidak diterima akhirnya surat lamaran pekerjaannya tidak jaid dikirim.

Konflik personal bisa terjadi pada diri seseorang yang mempunyai kepribadian ganda. Ia adalah seseorang yang munafik dan melakukan sesuatu yang berbeda antara perkataan dan perbuatan.

  1. Konflik Interpersonal, konflik yang terjadi di dalam suatu organisasi atau konflik di tempat kerja diantara pihak-pihak yang terlibat konflik dan saling ketergantungan dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Konflik yang terjadi di antara mereka yang bekerja untuk suatu organisasi – profit atau nonprofit.  Konflik interpersonal dapat terjadi dalam tujuh macam sebagai berikut:
  • Konflik antarmanajer, bentuk konflik di antara manajer atau birokrat organisasi dalam rangka melaksanakan fungsinya sebagai pimpinan organisasi.
  • Konflik antar pegawai dan manajernya, konflik ini terjadi antara manajer unit kerja dan karyawan di bawahnya.
  • Konflik hubungan industrial, konflik yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dan para karyawannya atau dengan serikat pekerja.
  • Konflik antar kelompok kerja, dalam organisasi terdapat sejumlah kelompok kerja yang melakukan tugas yang berbeda untuk mencapai tujuan organisasi yang sama. Masing-masing kelompok harus memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi, dimana kelompok-kelompok kerja tersebut saling memiliki ketergantungan.
  • Konflik antara anggota kelompok kerja dan kelompok kerjanya, konflik yang terjadi dalam melaksanakan fungsi dan tugas dalam suatu tim karena perbedaan latar belakang pendidikan, agama, budaya, pengalaman dan kepribadian.
  • Konflik interes, konflik yang bersifat individual dan interpersonal yang terjadi dalam diri seseorang pegawai yang terlibat konflik.
  • Konflik antara organisasi dan pihak luar organisasi, konflik yang terjadi antara suatu perusahaan atau organisasi dan pemerintah; perusahaan dan perusahaan lainnya; perusahaan dan pelanggan; perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat; serta perubahan dan masyarakat.
  1. Konflik Interes, konflik ini berkaitan dengan konflik dalam diri seseorang individu dalam suatu sistem sosial (organisasi atau perusahaan) yang membawa implikasi bagi individu dan sistem sosialnya. Konflik ini secara moral merusak kepercayaan yang diberikan organisasi dan para anggotanya kepada pejabat yang melakukannya. Konflik inters biasanya terjadi dalam diri pemimpin, manajer atau pegawai karena mereka merupakan individu dengan multiposisi dan multiperan.

Konflik interes merupakan salah satu fenomena yang melatarbelakangi korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia. kebijakan untuk menanggulangi konflik interes perlu disusun dan dilaksanakan secara sistematis, antara lain sebagai berikut:

  1. Membaut definisi operasional mengenai apa yang disebut sebagai konflik interes sehingga bisa dideteksi dan diukur, disertai contoh-contohnya.
  2. Adanya deskripsi tugas untuk setiap orang dalam organisasi dan prosedur untuk melaksanakannya.
  3. Adanya prosedur untuk menyelesaikan konflik interes.
  4. Adanya sanksi terhadap orang yang melakukan konflik interes.
  5. Dilakukan pelatihan untuk menghindari terjadinya konflik interes dank ode etik organisasi.

Konflik interes banyak terjadi dalam pengadaan barang, jasa dan tender-tender proyek, baik di lembaga pemerintah maupun di lembaga bisnis. Untuk mencegahnya, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah mengenai Pengadaan Barang dan Jasa. Untuk pengadaan barang dalam nilai tertetu harus dilakukan tender atau melalui e-procurement.

  1. Konflik Realistis dan Konflik Nonrealistis

Lewis Coser seperti dikutip oleh Joseph P. Folger dan Marshal S. Poole (1984) mengelompokkan konflik menjadi konflik realistis dan konflik nonrealistis, yaitu:

  1. Konflik realistis, terjadi karena perbedaan dan ketidak sepahaman cara pencapaian tujuan atau mengenai tujuan yang akan dicapai. Interaksi konflik memfokuskan pada isu ketidaksepahaman mengenai substansi atau objek konflik yang harus diselesaikan oleh pihak yang terlibat konflik. Metode manajemen konflik yang digunakan adalah dialog, persuasi, musyawarah, voting dan negosiasi.
  2. Konflik nonrealistis, konflik ini dipicu oleh kebencian atau prasangka terhadap lawan konflik yang mendorong melakuka agresi untuk mengalahkan atau menghancurkan lawan konfliknya. Metode manajemen konflik yang digunakan adalah agresi, menggunakan kekuasaan, kekuatan dan paksaan. Konflik ini biasanya dipicu karena perbedaan agama, suku, ras, bangsa, yang sudah menimbulkan kebencian mendalam.
  3. Konflik Destruktif dan Konflik Konstruktif
  4. Konflik konstruktif, konflik yang prosesnya mengarah kepada mencari solusi mengenai substansi politik. Konflik jenis ini membangun sesuatu yang baru atau mempererat hubungan pihak-pihak yang terlibat konflik; ataupun mereka memperoleh sesuatu yang bermanfaat dari konflik. Pihak-pihak yang terlibat konflik secara fleksibel menggunakan berbagai teknik manajemen konflik, seperti negosiasi, give and take, humor bahkan voting untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Interaksi pihak-pihak yang terlibat konflik merupakan interaksi membangun dan makin mendekatkan jarak interaksi sosial diantara mereka dan membangun pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mencapai objektif mereka. Di samping itu, konflik jenis ini memungkinkan interaksi konflik yang keras kembali normal dan sehat. Akhir dari konflik ini adalah antara lain win & win solution, solusi kolaborasi atau kompromi, serta meningkatkann perkembangan dan kesehatan organisasi.

  1. Konflik destruktif, pihak-pihak yang terlibat konflik tidak fleksibel atau kakau karena tujuan konflik didefinisikan secara sempit yaitu untuk mengalahkan satu sama lain. interaksi konflik berlarut-larut, siklus konflik tidak terkontrol karena menghindari isu konflik yang sesungguhnya. Interaksi pihak-pihak yang terlibat konflik membentuk spiral yang panjang yang makin lama makin menjauhkan jarak pihak-pihak yang terlibat konflik.

Pihak-pihak yang terlibat konflik menggunakan teknik manajemen konflik kompetisi, ancaman, konfrontasi, kekuatan, agresi, dan sedikit sekali menggunakan negosiasi untuk mencapai win & win solution.  Berikut adalah perbedaan karakteristik dari konflik konstruktif dan konflik destruktif.

Sumber :

Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik: Teori, Aplikasi dan Penelitian.   Jakarta: Salemba Humanika

Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media