tak seperti yang di bayangkan :)

memulai untuk menulis kata demi kata menjadi suatu kalimat, kalimat demi kalimat menjadi paragraf🙂

aku pernah membaca sebuah buku, membaca buku itu sangat membuatku berfikir keras tentang apa yang tertulis dalam buku itu, buku itu menceritakan tentang dokter, penulis buku itupun adalah seorang dokter, dokter yang menceritakan semua hal tentang dokter, tentang apa yang di rasakan , dia alami menjadi seorang dokter .

dalam buku itu beliau berkata, di masyarakat dokter itu identik dengan pahlawan membantu orang lain yang sedang sakit dan terumata kemewahan. tapi sebenarnya apa yang di pikirkan oleh masyarakat itu ga semudah itu, setiap anak kecil atau anak sd saat di tanya oleh seorang guru apa cita citamu kelak ? anak anak pasti lebih banyak menjawab ingin menjadi seorang dokter yap itu manusiawi yang di pikirkan oleh anak anak itu, karna anak anak itu tidak tahu bagaimana perjuangan untuk menjadi seorang dokter dengan pelajaran dokter yang sangat sulit yang mencangkup dengan kesehatan juga ga lain dengan biaya untuk menjadi seorang dokter yang sangat mahal.

saat masuk perguruan tinggi mengambil jurusan kedokteran itu butuh biaya awal yang sangat tinggi mungkin pada era saat ini sudah masuk dalam hitungan ratusan juta, saat calon calon mahasiswa yang akan mengambil jurusan kedokteran pasti sangat berlomba lomba untuk bisa masuk kedokteran di perguruan tinggi negri ya itu karna biaya yang lebih murah di banding dengan perguruan tinggi swasta, masuk kedokteran harus yang benar benar berfikir untuk biaya perkuliahan kedepannya karna banyak hal yang membuat seorang mahasiswa kedokteran terus mengeluarkan uangnya, mahasiswa kedokteran rela mengeluarkan banyak uang karna mereka berfikir kelak suatu saat nanti dia akan merasakan kembali apa yang telah dia keluarkan, sebenarnya ga seperti bayangan mereka karna gajih seorang dokter tidak megitu besar terkecuali dokter yang sudah benar benar menjadi dokter yang hebat dan senior dan menjadi dokter yang hebat dan senior tidak mudah. untuk menjadi dokter spesialis harus mengambil jurusan lagi setelah dia benar lulus menjadi seorang dokter, kebanyakan dokter yang mengambil jurusan spesialis itu adalah dokter yang memang memiliki cukup biaya dan bagaimana dengan dokter yang tidak memiliki biaya ya dia hanya sampai dokter umum tidak mengambil spesialis itu salah satu alasan dokter tidak mengambil lagi spesialis🙂

belom lagi dokter yang memiliki tanggung jawab yang besar mempertaruhkan nyawa dalam setiap tindakan yang mereka lakukan terhadap pasien yang dia hadapi, awal karier seorang dokter yang bertemu dengan pasien yang sedang sakit keras dan keluarga pasien meminta kepada dokter untuk selalu melakukan yang terbaik untuk pasiennya dokter pasti akan menjawab itu pasti tapi kadang keluarga pasien lupa bahwa dokter hanya seorang manusia biasa yang bertugas membantu bukan tuhan yang dapat mengubah nasib seorang pasien saat seorang pasien harus kehilangan nyawa karna apa yang di deritanya, saat baru pertama melihat pasien yang meninggal di hadapannya dokter akan merasa sedih kasian kepada keluarga tapi semakin terbiasa menjadi seorang dokter akan semakin terbiasa juga melihat pasien meninggal hampir stiap harinya entah ini dapat di katakan jahat kejam atau apalah tapi itu memang kenyataan dalam lingkup kedokteran.

yaa bahkan dalam pekerjaan yang sangat di impikan banyak orangpun banyak memiliki masalah tanpa kita tau jelas masalah apa itu . hidup itu tak semudah bayangan kita saat kita hanya melihat tanpa masuk dan terjun ke dalamnya🙂

 

penulis : Tri Handayani

kelas : 1PA04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s